Review RoTIFreSh XXXI : Digital Insight 2013

Begitu terdengar kabar di social media seperti facebook dan twitter tentang RoTIFreSh yang akan digelar hari Kamis ini, sepertinya semua orang jadi antusias, semua jadi bersemangat pengen dateng. Ya, setelah beberapa bulan absen, Rotifresh hadir lagi di awal tahun 2013 ini dengan mengusung tema Digital Insight 2013 dengan narasumber Pitra Satvika (Founder STRATEGO) dan Jeffry Dinomo - Uje (Google Business Group Manager chapter Semarang).


Acara yang berlangsung pada tanggal 31 Januari 2013 dan bertempat di El Blossom café and Bookstore Jl Pandanaran Semarang ini berlangsung meriah. Beberapa peserta bahkan sampai berdiri karena kehabisan kursi (over kuota). Meskipun demikian, mereka tetap antusias mengikuti acara sampai akhir dan tetap bisa bercengkerama dengan teman-teman lainnya.

Acara dibuka dengan sharing bersama Pitra yang menjelaskan tentang fenomena-fenomena yang sering terjadi di dunia maya sepanjang tahun 2012 lalu. Sepanjang pengamatannya, dunia maya khususnya social media (facebook dan twitter) sering digunakan sebagai media campaign dari produk tertentu. Perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan consumer goods berlomba-lomba mempromosikan produk atau event nya melalui social media. Meskipun kelihatannya remeh, tapi social media campaign ini terbukti cukup ampuh dan efektif untuk menarik perhatian konsumen.

Sharing kedua oleh Uje yang membahas tentang perilaku online masyarakat di tahun 2012. Menurut riset, didapatkan hasil bahwa rata-rata orang menghabiskan waktu selama 14 jam per minggu untuk online. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan untuk online (internetan) pada masyarakat juga meningkat. Bisa dikatakan bahwa bahkan sebelum membeli barang pun, orang terbiasa untuk mencari infonya dulu di internet.

Satu hal yang cukup mengejutkan adalah hasil riset yang menunjukkan bahwa kota Semarang menduduki peringkat ke 77 seluruh dunia dalam kategori pengguna Facebook terbanyak. Peringkat yang sangat fantastis. Sayangnya ‘predikat’ ini tidak dibarengi dengan kegiatan promosi tentang kota Semarang itu sendiri. Kebanyakan para pengguna social media di Semarang ini hanya bercerita tentang dirinya sendiri, dengan teman-teman, atau membahas hal-hal umum. Sedangkan untuk mempromosikan Kota Semarang melalui social media, dari 5 orang yang ditanya, hanya satu yang menjawab “pernah mempromosikan kota semarang melalui social media”

Uje megatakan “ Jangan pernah mengeluh Semarang sepi, kurang event, kurang banyak turis yang datang kalau kamu sendiri nggak pernah kasih tau ke dunia Semarang seperti apa.” Sungguh kalimat yang sangat mengena, benar juga ya..
Diskusi menarik tentang social media inipun harus berakhir juga akhirnya. Semoga setelah mengikuti acara RoTIFreSh  ini ilmu kita ikut bertambah. Sampai jumpa di RoTIFreSh edisi berikutnya. (Mbandah)

No Comment

Leave a comment